Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan
total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk
masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling
maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu,
nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang
diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.
Contoh alamat IP dalam desimal dan biner
Desimal: 123.45.67.89
Biner: 01111011.00101101.01000011.01011001
Klasifikasi IP
Class A addresses
Class A Address dirancang untuk network yang
sangat besar. Di Class A address, octet pertama adalah network ID, dan tiga
octet sisanya adalah host ID. Karena hanya 8 bit yang dipakai untuk network ID,
dan bagian pertama dari bit-bit ini digunakan untuk mengidentifikasi bahwa
address ini adalah Class A Address, maka hanya terdapat 126 Class A network
yang tersedia di jaringan internet.Namun, tiap Class A network mampu menampung
sebanyak lebih dari 16 juta hosts.
Class A ini kelas alamat IP dimulai dengan
bilangan biner 0 (desimal angka 0 sampai 127). Jaringan diidentifikasi oleh
oktet pertama (set pertama dari alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP
123.45.67.89 milik class A karena himpunan bilangan pertama adalah 123 (antara
0 dan 127). ID jaringan 123, sedangkan node ID 45.67.89. Alamat IP 127.0.0.1
adalah IP khusus diperuntukkan bagi internal loopback testing. Sebagai contoh,
jika seseorang menyambung ke host lokal (komputer yang sama menjalankan
server), alamat IP 127.0.0.1. Itu tidak menimbulkan lalu lintas jaringan. Juga
alamat IP 0.0.0.0 default fallback mewakili nilai dan tidak ditugaskan untuk
semua jaringan.
Class B addresses
Di dalam Class B address, dua octet pertama
dari IP address digunakan sebagai network ID dan dua octet kedua digunakan
sebagai host ID. Sehingga, sebanyak 16.384 network di Class B tersedia. Semua
Class B address berada pada jangkauan 128.xxx.yyy.zzz hingga 191.xxx.yyy.zzz.
Tiap Class B address dapat mengakomodasi hingga lebih dari 65.000 hosts.
Class B bilangan biner dimulai dengan 10
(angka desimal 128-191). Jaringan diidentifikasi oleh dua oktet pertama (yang
pertama dua set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik 178.95.234.23 class
B, karena himpunan bilangan pertama adalah 178 (antara 128 dan 191). Jaringan
ID 178,95, sedangkan node ID 234,23.
Class C addresses
Di dalam Class C address, tiga octet pertama
digunakan untuk network ID, dan octet keempat digunakan untuk host ID. Dengan
hanya 8 bit untuk host ID, tiap Class C network hanya mampu menampung sebanyak
254 hosts. Tapi, dengan sisanya, yaitu 24 bit network ID, class C address mampu
menampung hingga lebih dari 2 juta network.
Class C bilangan biner dimulai dengan 110
(angka desimal 192-223). Jaringan diidentifikasi oleh tiga oktet pertama (yang
pertama dari tiga set alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP milik
210.223.99.145 Class C, karena himpunan bilangan pertama adalah 210 (antara 192
dan 223). Jaringan ID 210.223.99, sedangkan node ID 145.
Keuntungan :
- Berfungsi untuk mengatur alamat masing-masing komputer dalam suatu jaringan sehingga mempermudah dalam melakukan proses bertukar suatu informasi / mengakses internet
- Meningkatkan performance dan keamanan dalam jaringan
Kerugian :
Ada beberapa larangan dalam menentukan IP, yaitu :
- 127 tidak boleh digunakan sebagai net id dikarenakn net id 127/8 digunakan sebagai IP loopback, yaitu IP yang mengarah ke PC itu sendiri
- 0 tidak boleh digunakan sebagai net id di karenakan net id 0/0 digunakan untuk pengarahan ke semua komputer di internet.
- 255 tidak boleh digunakan sebagai net id atau host name dikarenakan 255 digunakan untuk net mask dan IP broadcast (IP yang mengarah ke seluruh komputer pada jaringan)
Kesimpulan :
Sebuah
alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit,
masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari
4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah
255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai
alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan
ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.
Ada 3 klasifikasi IP address, yaitu klasifikasi A, B, dan C. Supaya
antar komputer dengan komputer lain di butuhkan suatu bahasa yang sama
dimana tidak bergantung dengan aplikasi yang dipakai dan hardware yang
di pasang. Oleh karena itu dibutuhkan protokol. Untuk penanda untuk
setiap komputer digunakan sebuah alamat yaitu dengan IP Address.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar